Masih kuingat dengan
jelas saat dia menunjukkan fotomu padaku untuk pertamakalinya, sambil berkata,
“Bagaimana menurutmu?”
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Oktober 2016
Minggu, 15 Maret 2015
Sebuah Pertemuan
Dia duduk disana, disebuah meja disudut ruangan, tempat kami dulu menghabiskan waktu bersama.
Rabu, 15 Oktober 2014
Tak Mungkin
"Kamu mau pergi?"
"Kamu tahu bukan, kalau itu harus?"
Aku mengangguk lemah.
Pria itu lalu menggenggam kedua tanganku dengan lembut.
"La, aku hanya pergi sebentar. Aku tak akan meninggalkanmu," ujarnya.
Aku terdiam, tertunduk dengan airmata yang mulai menetes.
"Kamu bisa bilang begitu sekarang, tapi nanti? Setelah semua nanti kamu lakukan, apa mungkin masih akan sama?"
Pria itu tak menjawab.
"Aku takut kehilangan kamu, Ren," lanjutku dengan suara yang hampir dikalahkan oleh tangis.
Ren menarikku ke dalam pelukannya.
Membiarkan setelan jas putih yang dikenakannya basah karena airmataku.
"Kamu tak akan pernah kehilangan aku, La. Tak akan. Karena di hatiku hanya ada kamu, tidak ada celah lagi untuk orang lain."
Aku mengangguk dalam isakanku, aku yakin Ren tidak berbohong.
Ren melirik arlojinya yang telah menunjukkan pukul 10.
"Sudah waktunya. Aku harus pergi," ujarnya seraya mencium puncak kepalaku.
Aku berdiri dari tempat dudukku, mengantarkan Ren sampai ke depan pintu.
"Jaga dirimu," Ren tersenyum dan langsung berlari dengan tergesa-gesa.
Aku melambaikan tangan dengan sisa-sisa airmata di sudut-sudut mataku.
Melepas kepergian lelakiku, yang pasti telah ditunggu oleh keluarga dan calon mempelai wanitanya sejak tadi.
...
"Nanging tiang takut, yening kailangan ragan beli.
Yening suba teka galahne, beli ngalain tiang.
Rasa tresna, tusing sida gelahang"
(Tapi aku takut, jika harus kehilanganmu.
Jika telah tiba saatnya, kau kan meninggalkanku.
Rasa cinta tak dapat dimiliki.)
Nyiahahahaha, ini cerita yang bisa dibilang songfict juga xD
Inspirasinya dateng sewaktu belanja sendirian di supermarket, dan tiba-tiba lagu ini diputer wakakakak xD
Btw, aku ga tau siapa penyanyinya :v
Kamis, 31 Juli 2014
Revenge
Ruangan itu begitu sempit dan gelap, tempat dimana Ren
meronta-ronta di atas kursi, mencoba melepaskan dirinya dari tali yang tak
membiarkan tubuhnya bergerak sedikitpun. Ditengah ketidakmampuannya untuk
mengingat kapan dan bagaimana ia bisa berada disana, ia berteriak terus menerus.
Sabtu, 12 Juli 2014
A Short Conversation with Park Chanyeol
…
“Kalau sekarang tentu saja semuanya tahu,”
“Semua? Memangnya Yesung tahu aku menyukai Victoria?”
“Hm? Dia tidak tahu?”
Kamis, 10 Juli 2014
I Can't Hate You
”嬉しくなるのも切なくさせるのも
いつでも理由は君だけだよ”
いつでも理由は君だけだよ”
(Whether I feel happy or upset. It’s always because of you)
18 Januari 2014
Sore
ini, aku melakukan kesalahan yang bodoh, cukup bodoh lebih tepatnya, mengingat
masih banyak kesalahanku yang lebih bodoh daripada ini.
Rabu, 30 April 2014
If I Were You
“ I wish you could be me
I wish I could be you
I wish you could feel what I feel for just one day
Your heart
My heart”
(2NE1 – If I were you)
Raline melewati lobi sekolah seperti biasa, namun sesuatu yang tertempel di papan pengumuman menarik perhatiannya. Jadwal ujian nasional yang akan diselenggarakan 2 minggu lagi. Raline menghela nafas dengan berat. Isi kertas itu memang bukan urusannya, mengingat tahun ini ia masih duduk di kelas sebelas. Tapi kertas itu membuatnya mengingat, kalau orang itu akan segera pergi. Orang itu, Kak Yuda, seseorang yang telah mengisi hati Raline sejak beberapa waktu belakangan. Kak Yuda, yang tak pernah terjangkau oleh Raline. Kak Yuda, yang bahkan tak mengenal Raline.
Kamis, 06 Februari 2014
The Diary
The Diary
Dua remaja itu terlihat asyik dengan kertas-kertas yang
berserakan diatas meja perpustakaan. Lee Eun Ri dan Kim Jong Woon, mereka
tengah mengerjakan tugas essay yang diberikan Choi seongsaenim pada mata
pelajaran kimia tadi.
“Hei, jangan melamun saja. Tugas sudah kita bagi, kerjakan
bagianmu. Kalau hanya diam, kapan tugas ini bisa selesai?” ujar Eun Ri sambil
mendorong beberapa kertas kearah Jong Woon.
Namja itu mendengus, “Hei, tugas ini disetor 31 Oktober 2013, dan hari ini masih tanggal 24 Oktober, Lee Eun Ri. Santai saja!”
Namja itu mendengus, “Hei, tugas ini disetor 31 Oktober 2013, dan hari ini masih tanggal 24 Oktober, Lee Eun Ri. Santai saja!”
Langganan:
Postingan (Atom)